blog ini pindah ke

http://dianwidiyanarko.com

silahkan berkunjung ke sana…

Advertisements

foto: indomigas.com

Kendaraan roda dua paling berdosa. Itu mungkin yang ada di benak pengambil kebijakan atau pemerintah di negeri ini. Betapa tidak, kendaraan berwujud sepeda motor yang jadi andalan transportasi masyarakat menengah ke bawah itu selalu jadi sasaran kebijakan diskriminatif pemerintah.

Berbagai larangan, baik wacana, maupun yang sudah terealisasi kerap tertuju ke roda dua. Apalagi di kota besar seperti Jakarta, diskriminasi terhadap roda dua sangat sering terjadi. Salah satu larangan terbaru yang akan ditujukan ke roda dua adalah;larangan bagi sepeda motor untuk mempergunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, bensin jenis premium.

Dalam kebijakan yang masih dikaji ini nantinya motor wajib memakai bensin jenis pertamax yang tak disubsidi pemerintah. Kabar ini muncul dari Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Dirjen Migas) Evita Herawati Legowo. (more…)

Minggu sore saat saya sedang bersantai, di televisi sedang hangat memberitakan dua kabar duka cita. Duka cita pertama terkait berpulangnya mantan Ibu Negara Hasri Ainun Habibie yang meninggal di Jerman. Duka yang kedua adalah kekalahan telak AM alias Andi Mallarangeng di ajang pemilihan ketua umum dalam Konggres Partai Demokrat.

Kabar kekalahan Andi Mallarangeng tergolong kabar duka, paling tidak bagi para pengikutnya. Betapa tidak, mantan juru bicara presiden yang kini menjabat sebagai Menpora itu sudah lama ngidam jadi ketua umum. Dia juga sudah mati-matian berjuang menjadi Domokrat 1.

Kampanye AM bahkan paling “wah” jika dibandingkan dua kandidat lainnya. Jauh hari iklan AM for Demokrat 1 sudah menghiasi televisi dan Koran-koran. Spanduk dan posternya juga sudah beredar di mana-mana. Foto Bang Kumis tersenyum manis bertebaran di sudut-sudut kota bahkan dibuat baliho raksasa di Jalan Gatot Subroto, tepatnya di depan Plaza Semanggi. Pokoknya AM sudah seperti Sadam Husain saja, fotonya ada di mana-mana. (more…)

foto: detik forum, Mbak Ani live chatting

Saat polemik soal Century dan Sri Mulyani mengemuka, semua ramai memperbincangkannya. Belakangan yang seru dan jadi topik hangat adalah soal pilihan Mbak Ani untuk hengkang ke Amerika menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia. Tentu saja kemudian menyusul topik dan isu lain misalnya isu setgab koalisi dan pidato perpisahan Mbak Ani yang nyaring itu.

Saat itu semua ramai jadi topik di mana-mana, saya juga ikut memperhatikan. Namun saya melihat dari sudut yang berbeda. Saya melihat dari sudut isu kedekatan Pak SBY dengan Mbak Ani. Pasti ada yang tanya, lho, apa istimewanya? Bukankan semua menteri dekat dengan bapak?

Begini, kedekatan yang saya maksud adalah kedekatan personal alias pribadi. Saya sering mendengar kabar burung, bahwa keduanya ada hubungan khusus. Tapi kabar ini kabar burung, jadi gak jelas sumbernya dan kabur. Terbang dari mulut ke mulut. (more…)

Seperti biasa, sepulang kerja saya selalu bersantai mengusir penat sambil bermain blackberry. Saat membuka twitter, saya menjumpai timeline nya penuh dengan topik meninggalnya Seniman Gesang. Para sahabat saya di twitter mengabarkan melalui tweetnya bahwa pencipta lagu “Bengawan Solo” itu telah meninggalkan kita.

Saya kaget dan mengucapkan duka cita dalam hati sambil mengucap inalillahi wainaillaihirojiun. Lalu saya mengabarkan ke keluarga dan mereka serentak juga mengucapkan inalillahi wainaillaihirojiun. Lalu kami berbincang soal Gesang. Kenangan soal lagu keroncong ciptaannya yang mendunia itu.

Tak lama kami berbincang, saya keget melihat di timeline, topik wafatnya Gesang sudah bergeser menjadi topik bahwa Sang Maestro masih hidup. Bahkan dikabarkan mulai membaik. Lho?! (more…)

foto: vivanews.com

Gila. Itulah kata yang terlontar saat membaca data yang disampaikan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo alias Foke dalam sebuah seminar mengenai jumlah kendaraan yang beredar di jalanan Jakarta. Betapa tidak, saat ini di Jakarta ada sekitar 6,5 juta unit kendaraan yang lalu lalang di jalanannya.

Jumlah itu jika dibandingkan dengan ruas jalan Jakarta yang terbatas, di tambah jalur busway, tentu tak sepadan dan timpang. Tak heran kalau jalanan Jakarta makin macet, dan Jakarta makin terkenal sebagai kota yang identik dengan kemacetan.

Tapi ada lagi data yang lebih dahsyat, hingga membuat saya kembali berkata gila! (kali ini pake tanda seru hehe), yaitu pertambahan jumlah kendaraan. Data yang diungkapkan Foke menunjukkan bahwa kendaraan yang beredar di jalan tiap harinya bertambah ratusan unit. Motor bertambah 890 unit, sedangkan mobil bertambah 240 unit. Bayangkan, setiap hari jumlah kendaraan yang melaju di Jalanan sempit Jakarta sebanyak itu. (more…)

foto:nottingham.ac.uk

Tiba-tiba saja sore ini saya kebanjiran email. Tiba-tiba saja milis komunitas motor yang saya ikuti penuh dengan postingan email. Semua email ditujukan untuk mengomentari satu hal: rencana pemerintah daerah DKI Jakarta yang akan menerapkan aturan kawasan jalan berbayar atau electronic road pricing (ERP).

Aturan ini sebenarnya bukan pertama kali disuarakan, dulu tahun 2006 saat gubernurnya masih Sutiyoso aturan ini sudah disuarakan, tapi kemudian tidak kedengaran lagi. Meski demikian aturan itu tetap membuat masyarakat terkejut. Aturan yang rencananya akan segera diterapkan di Jakarta pada tahun ini itu juga menuai kecaman para biker di milis itu.

Tak hanya di milis tapi kecaman juga muncul di mana-mana. Karena aturan yang akan menjadi pengganti aturan 3 in 1 ini tidak hanya berlaku bagi pengendara mobil pribadi saja, tapi juga para pengendara sepeda motor. (more…)